naker.dpnewsindonesia.com || Cianjur – Satuan Tugas Citarum Harum Sektor 6 kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas air Sungai Citarum. Kali ini, kunjungan kerja langsung dilakukan ke pabrik kulit terbesar di Cianjur untuk melakukan inspeksi mendadak terkait pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah dan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.
Satgas Citarum Harum inspeksi pengolahan limbah CV Cisarua
Kegiatan sidak dipimpin langsung oleh Dansektor 6 Citarum Harum, Kolonel Inf. Jhonson Mangasitua Sitorus. Rombongan menyambangi CV Cisarua yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur. Lokasi ini dipilih karena industri kulit dikenal sebagai salah satu penyumbang potensi pencemaran air jika pengelolaannya tidak sesuai standar.
Kolonel Jhonson menegaskan bahwa pengawasan terhadap industri di bantaran sungai akan dilakukan tanpa tebang pilih. Menurutnya, setiap perusahaan yang terbukti melanggar prosedur pembuangan limbah akan dikenai sanksi tegas. Hal ini dilakukan demi meminimalisir pencemaran yang nantinya bermuara langsung ke aliran Sungai Citarum.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan bahwa CV Cisarua telah menjalankan pengelolaan limbah sesuai prosedur yang berlaku. Tim menemukan bahwa instalasi IPAL pabrik berfungsi dengan baik dan dioperasikan sesuai standar teknis yang ditetapkan Satgas Citarum Harum.
Selain IPAL, tim juga memeriksa fasilitas penyimpanan limbah B3. Ruang khusus untuk menampung limbah B3 tersedia di area pabrik. Pengelolaan limbah B3 juga sudah bekerja sama dengan pihak ketiga yang memiliki izin resmi untuk pengangkutan dan pemusnahan.
Pemeriksaan kualitas air limbah juga dilakukan saat sidak. Hasil uji menunjukkan pH air berada pada angka 7, tergolong netral. Secara visual, air limbah tampak bening, tidak mengeluarkan bau menyengat, dan tidak menghasilkan busa berlebih, sehingga dinilai aman untuk lingkungan.
Dalam arahannya, Dansektor 6 mengapresiasi pihak perusahaan atas kepatuhan terhadap aturan. Ia meminta manajemen dan operator untuk mempertahankan standar yang sudah berjalan dan tidak menyalahi prosedur yang telah ditetapkan. Konsistensi dalam pengelolaan limbah menjadi kunci untuk mencegah pencemaran di masa mendatang.
Kegiatan kunjungan kerja ini juga dihadiri oleh Baops Sektor 6, Dansub 3, Ibu Dian selaku Kepala Bagian Perusahaan, serta Bapak Rahmat sebagai Operator IPAL. Kehadiran seluruh jajaran menunjukkan keseriusan koordinasi antara Satgas Citarum Harum dan pihak industri dalam menjaga kelestarian sungai.
Satgas Citarum Harum menegaskan akan terus melakukan monitoring berkala ke berbagai sektor industri di wilayahnya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya besar untuk mengembalikan Sungai Citarum menjadi bersih dan sehat, sekaligus memberikan efek jera bagi pelaku usaha yang abai terhadap lingkungan.
Ats_