naker.dpnewsindonesia.com || Cianjur – Upaya menjaga kelestarian Daerah Aliran Sungai Citarum terus digencarkan. Dansektor 6 Citarum Harum wilayah Cianjur, Kolonel Inf Jhonson Mangasitua Sitorus, melakukan peninjauan langsung kegiatan penertiban Kolam Jaring Apung atau KJA di kawasan Cipendeuy, Kabupaten Bandung Barat, pada kegiatan Tim 2.
Dalam peninjauan tersebut Kolonel Jhonson menegaskan bahwa penertiban KJA merupakan salah satu dari sepuluh program utama Citarum Harum. Program ini ditujukan untuk meminimalisir dampak pendangkalan waduk serta menjaga kualitas air yang menjadi sumber kehidupan masyarakat di tiga provinsi.
Kita tidak bisa menutup mata bahwa keberadaan KJA yang tidak tertata memberi andil terhadap sedimentasi dan penurunan daya tampung waduk. Karena itu penertiban ini adalah bagian dari komitmen kita bersama untuk menyelamatkan Citarum, ujar Kolonel Jhonson di lokasi penertiban.
Kegiatan kali ini dipusatkan di Waduk Cirata, tepatnya di Blok Sangkali. Lokasi tersebut menjadi perhatian karena kepadatan KJA yang dinilai sudah melebihi daya dukung lingkungan perairan. Tim gabungan bergerak secara persuasif dan terukur untuk melakukan pembongkaran.
Berdasarkan data di lapangan, sebanyak 22 petak KJA berhasil dibongkar dalam operasi ini. KJA tersebut dimiliki oleh 3 orang petani pembudidaya ikan. Proses pembongkaran dilakukan tanpa adanya penolakan berarti, karena sebelumnya sudah dilakukan sosialisasi oleh jajaran sektor.
Dalam kegiatan tersebut turut dilibatkan personel TNI dengan keterangan lengkap. Selain itu hadir pula unsur masyarakat sebanyak 6 orang dengan jumlah hadir 6 orang. Sinergi antara TNI dan warga menjadi kunci kelancaran penertiban di lapangan.
Kolonel Jhonson mengapresiasi keterlibatan masyarakat Cipendeuy yang memahami pentingnya menjaga waduk. Menurutnya, keberhasilan Citarum Harum tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga pada kesadaran kolektif masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari aliran sungai tersebut.
Ia juga mengingatkan bahwa program Citarum Harum tidak berhenti pada pembongkaran. Setelah penertiban, akan dilakukan pemantauan rutin, edukasi budidaya ramah lingkungan, serta alternatif mata pencaharian agar para petani tidak kehilangan sumber pendapatan.
Sepuluh program Citarum Harum ini adalah paket menyeluruh. Ada penataan, ada penegakan, ada juga pemberdayaan. Harapannya, Waduk Cirata bisa kembali berfungsi optimal sebagai penyedia air, pengendali banjir, dan pembangkit listrik, pungkasnya.
Dengan dibongkarnya 22 petak KJA di Blok Sangkali ini, Dansektor 6 berharap menjadi contoh bagi wilayah lain. Langkah kecil di Cipendeuy diharapkan memberi dampak besar bagi keberlanjutan DAS Citarum untuk generasi mendatang.
Ats_
