naker.dpnewsindonesia.com || Cianjur - Semangat kemerdekaan tidak mengenal sekat. Di balik tembok Lapas Kelas IIB Cianjur, alunan musik tradisional berpadu aransemen modern menggema, membawa pesan harapan dan kebanggaan. Melalui Sanggar Seni Panghergar Karya Warga Binaan, para warga binaan mempersembahkan sebuah karya musik bertajuk Cianjur Era Baru untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Karya tersebut lahir dari proses pembinaan panjang yang dilakukan pihak Lapas bersama para pembina seni. Selama beberapa bulan, warga binaan berlatih vokal, memainkan alat musik tradisional, hingga menyusun lirik yang mengangkat identitas Cianjur. Hasilnya bukan sekadar pertunjukan, melainkan cerminan kerja keras, disiplin, dan kebersamaan yang ditempa di dalam lembaga pemasyarakatan.
Cianjur Era Baru sengaja diaransemen dengan memadukan kacapi, suling, dan kendang dengan sentuhan musik kontemporer. Perpaduan itu menjadi simbol jembatan antara warisan budaya Sunda dan semangat generasi masa kini. Liriknya mengisahkan tentang Cianjur yang bangkit, gotong royong, dan optimisme menyongsong masa depan yang lebih baik.
Kepala Lapas Kelas IIB Cianjur menyampaikan bahwa pembinaan bagi warga binaan tidak hanya berfokus pada keterampilan kerja. Aspek seni, mental, dan karakter juga menjadi bagian penting. Sanggar Seni Panghergar kami hadirkan sebagai ruang ekspresi. Di sini mereka belajar tanggung jawab, kerja tim, dan menemukan kembali harga diri melalui karya positif, ujarnya saat pembukaan pertunjukan internal di aula lapas.
Bagi para warga binaan, terlibat dalam sanggar seni menjadi titik balik. Proses latihan menuntut kedisiplinan, saling menghargai, dan menerima kritik membangun. Panggung menjadi tempat mereka berani tampil, mengelola rasa gugup, dan belajar percaya pada kemampuan diri sendiri. Nilai-nilai inilah yang diharapkan dapat terbawa saat mereka kembali ke masyarakat nanti.
Salah satu anggota Sanggar Panghergar mengaku awalnya ragu bisa tampil di depan umum. Namun dukungan sesama warga binaan dan para petugas membuatnya terus maju. Dulu saya tidak pernah berpikir bisa main musik di acara sebesar ini. Ternyata di sini kami diberi kesempatan untuk berkarya. Cianjur Era Baru’ adalah bukti kami juga ingin memberi yang terbaik untuk daerah kami, katanya.
Pertunjukan Cianjur Era Baru” juga dihadiri perwakilan Kanwil Kemenkumham Jabar, tokoh masyarakat, dan keluarga warga binaan. Tepuk tangan meriah mengiringi setiap bait lagu. Banyak yang terharu karena melihat bagaimana seni mampu menyentuh sisi kemanusiaan dan menumbuhkan rasa bangga, bahkan di tengah keterbatasan.
Lebih dari sekadar hiburan, karya ini menjadi media pembelajaran dan pembentukan karakter. Melalui seni, warga binaan belajar mengelola emosi, menyalurkan energi ke hal produktif, dan membangun komunikasi yang sehat. Pihak Lapas menilai pendekatan berbasis seni terbukti efektif menekan potensi konflik serta meningkatkan motivasi warga binaan untuk mengikuti program pembinaan lain.
Di momentum HUT ke-81 RI, “Cianjur Era Baru menjadi bukti nyata bahwa kemerdekaan adalah milik semua. Kemerdekaan untuk berkarya, untuk berubah, dan untuk berkontribusi. Dari balik tembok pemasyarakatan, pesan itu terdengar jelas setiap orang berhak mendapat kesempatan kedua, dan dari kesempatan itu, lahir karya yang bisa menginspirasi banyak orang.
Ats_
